Thursday, January 28, 2016

Buku Saku

Scaleup.or.id
Sahabat kali ini kita akan membahas salah satu contoh dari pengelompokkan media pembelajaran yang berbasis visual yaitu buku saku, dalam pembahasan kali ini juga akan dikutip beberapa pendapat para ahli terkait dengan buku saku yang kemudian akan disimpulkan sebagai benang merah dari buku saku itu sendiri. Berikut pendapat beberapa para ahli terkait dengan Buku Saku......

Menurut (Setyono, dkk, 2013: 121) “buku saku diartikan buku dengan ukurannya yang kecil, ringan, dan bisa disimpan di saku, sehingga praktis untuk dibawa kemana-mana, dan kapan saja bisa dibaca”. Definisi lain menyatakan bahwa “buku saku merupakan buku dengan ukuran kecil seukuran saku sehingga efektif untuk dibawa kemana-mana dan dapat dibaca kapan saja pada saat dibutuhkan”. (Eliana D & Solikhah, 2012) 

Menurut (Yuliani & Herlina, 2015: 105) bahwa “buku saku adalah suatu buku yang berukuran kecil yang mana berisi informasi yang dapat disimpan di saku sehingga mudah dibawa kemana-mana. Menurut Sulistyani (Yuliani & Herlina, 2015: 105) Pocket book (buku saku) dicetak dengan ukuran yang kecil agar lebih efisien, praktis dan mudah dalam menggunakan”. Menurut Arsyad (Laksita dkk, 2013: 15) “Pocket book termasuk dalam media cetak maka juga perlu memperhatikan hal-hal saat merancang media pembelajaran berupa cetak seperti: (1) konsistensi penggunaan simbol dan istilah (2) penulisan materi secara singkat dan jelas (3) penyusunan teks materi pada pocket book sedemikian rupa sehingga mudah dipahami; (4) memberikan kotak atau label khusus pada rumus, penekanan materi, dan contoh soal; (5) memberikan warna dan desain yang menarik pada pocket book  (6) ukuran font standar isi 9-10 point, jenis font menyesuaikan isinya".

Berdasarkan definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa buku saku fisika adalah buku yang berukuran kecil, praktis karena dapat dibawa kemana saja yang didalamnya berisi informasi berupa materi maupun informasi lainnya. Berikut beberapa sumber dalam pembahasan tersebut:

Eliana, D. & Solikhah. 2012. Pengaruh buku saku gizi terhadap tingkat pengetahuan gizi pada anak kelas 5 Muhammadiyah Dadapan desa Wonokerto kecamatan Turi kabupaten Sleman Yogyakarta. Jurnal KESMAS UAD, 6 (2): 162-232. Yogyakarta: Universitas Ahmad Dahlan.

Setyono, Yulian Adi. 2013. Pengembangan Media Pembelajaran Fisika berupa Buletin dalam Bentuk Buku Saku untuk Pembelajaran Fisika Kelas VIII Materi Gaya ditinjau dari Minat Baca Siswa. Jurnal Pendidikan Fisika. Vol.1 No.1: 2338 – 0691. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.
 
Yuliani, Fahtria dan Herlina, Lina. 2015. Pengembangan Buku Saku Materi Pemanasan Global untuk SMP. Unnes Journal Of Biology Education 4 (1): 2252-6579. Semarang : Universitas Negeri Semarang.


Share:
Read More

Wednesday, January 27, 2016

Media Pembelajaran

ilmu-pendidikan.net
Ketika seorang pendidik ingin menguasai sebuah kelas di dalam proses kegiatan belajar mengajar, maka terdapat sebuah sistem yang harus terpenuhi agar dia dapat menguasai kelas. Sistem ini disebut dengan sistem pembelajaran yang saling berhubungan erat satu dengan yang lainnya, saling berinteraksi dan tak terpisahkan yang didalamnya mengandung beberapa komponen yaitu tujuan, materi, metode, media, alokasi waktu, ruang belajar dan evaluasi. Komponen yang akan dibahas dalam blog ini yaitu Media Pembelajaran, yang merupakan komponen yang berfungsi untuk menyampaikan pesan atau materi kepada penerima pesan dalam hal ini yaitu siswa dengan beberapa strategi, konsep dan teknik yang dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menarik. Untuk mengetahui apa itu media pembelajaran mari simak beberapa definisi dari para ahli terkait Media Pembelajaran

Menurut Yusuf Hadi Miarso (Setyono, 2013: 120) mengartikan media  sebagai wadah dari pesan yang oleh sumber atau penyalurnya ingin diteruskan kepada sasaran atau penerima pesan tersebut, materi yang ingin disampaikan adalah pesan pembelajaran, dan tujuan yang ingin dicapai adalah terjadinya proses belajar.

Menurut (Arsyad, 2013: 03-36) dalam bukunya yang diungkapkan dalam bahasa Arab bahwa:
Media merupakan perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan dan mengelompokkan media dari segi perkembangan teknologi, yaitu pilihan pertama media tradisional meliputi visual diam yang diproyeksikan seperti: proyeksi tak tembus pandang, proyeksi overhead, slides, Visual yang tak diproyeksikan seperti: gambar, poster, charts, foto, grafik, diagram, pameran, papan info, papan bulu. Audio seperti: rekaman piringan, pita kaset, reel, penyaji multimedia seperti slide plus suara, multi-image. Visual dinamis yang tak diproyeksikan seperti: film, televise, radio. Cetak seperti; buku, modul, teks terprogram, majalah ilmiah. Worknook, lembaran lepas. Permainan seperti: teka-teki, simulasi, permainan papan. Realia seperti: model, contoh, peta, boneka. Pilihan kedua media teknologi mutakhir, meliputi media berbasis telekomunikasi seperti: telekonferen, kuliah jarak jauh. Media berbasisi mikroprosesor seperti: permainan komputer, sistem tutor intelejen, interaktif, hypermedia, video.

Menurut (Nurohimah dkk, 2014: 45-46) mendefinisikan bahwa media pembelajaran adalah sebagai berikut: 
Segala sesuatu  untuk menyalurkan informasi dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar. Penggunaan media di dalam pembelajaran bertujuan untuk melengkapi dan membantu guru menyampaikan materi kepada siswa. Dengan menggunakan media  terjadinya komunikasi yang komunikatif, siswa mudah memahami maksud dari materi yang disampaikan guru, kemudian juga sebaliknya guru mudah dalam mentransfer ilmu pengetahuan kepada siswa.

Menurut Levied dan Lentz (Arsyad, 2013 : 20-21) media pembelajaran memiliki empat fungsi, khususnya media visual yaitu: (a)Fungsi atensi media visual merupakan inti, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkosentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran. Media gambar, seperti gambar yang diproyeksikan melalui overhead projector dapat menenangkan, mengarahkan perhatian kepada pelajaran yang dapat mereka terima. (b) Fungsi afektif media visual dapat dilihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar  teks bergambar. Gambar atau lambang visual menggugah emosi, sikap siswa, misalnya informasi yang menyangkut masalah sosial. (c) Fungsi kognitif media visual terlihat dari temuan-temuan penelitian yang mengungkap bahwa lambing visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar. (d) Fungsi kompensatoris media pembelajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali. Dengan kata lain, media pembelajaran berfungsi untuk mengakomodasikan siswa yang lemah dan lambat menerima dan memahami isi pelajaran yang disajikan dengan teks atau disajikan secara verbal.

Berdasarkan beberapa definisi diatas dapat diperoleh bahwa media pembelajaran merupakan media yang digunakan sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran serta sarana pembawa pesan dari sumber belajar ke penerima pesan belajar, dapat menarik perhatian siswa sehingga merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan belajar, yang terbagi menjadi beberapa beberapa kelompok seperti media visual yang diproyeksikan maupun yang tak diproyeksikan, audio, dan audio visual.

Semoga definisi beberapa para ahli dan kesimpulan diatas dapat menjelaskan tentang media pembelajaran dari berbagai perspektif. Berikut referensi terkait media pembelajaran yang dikutip dari buku dan jurnal nasional yang terakreditasi

Arsyad, Azhar. 2013. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Setyono, Yulian Adi. 2013. Pengembangan Media Pembelajaran Fisika berupa Buletin dalam Bentuk Buku Saku untuk Pembelajaran Fisika Kelas VIII Materi Gaya ditinjau dari Minat Baca Siswa. Jurnal Pendidikan Fisika. Vol.1 No.1: 2338 – 0691. Surakarta: Universitas Sebelas Maret. 

Nurohimah dkk. 2014. Pemanfaatan Kartun Fisika Sebagai Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Pada Siswa Kelas VII Mts N Purworejo. Radiasi.Vol.1.No.1. Purworejo: Universitas Muhammadiyah Purworejo.
Share:
Read More

Thursday, January 7, 2016

Alat Optik Mata

Hay bertemu lagi dengan artikelku kodong salah satu situs penyedia informasi, pada kesempatan kali ini yang akan saya bahas yaitu mengenai Alat Optik Mata, mari diintip penjelasan lengkap dibawah ini.

Pembahasan Alat Optik 
Di dalam mata terdapat lensa kristalin yang terbuat dari bahan bening, berserat, dan kenyal. Lensa kristalin atau lensa mata berfungsi mengatur pembiasan yang disebabkan oleh cairan didepan lensa. Mata dapat melihat suatu benda jika benda tersebut memantulkan cahaya. Cahaya yang masuk dibiaskan oleh lensa dan terbentuk bayangan yang bersifat nayata, terbalik, dan diperkecil.

Bagian-bagian dan fungsi mata


Bagian mata
Bagian mata






1. Lensa mata merupakan lensa cembung.
2. Aqueous yaitu cairan yang dibelakang kornea yang berfungsi membiaskan cahaya yang masuk kedalam     mata.
3. Kornea merupakan bagian mata yang bersifat tembus pandang sebagai pelindung matamu.
4. Pupil adalah celah lingkaran yang dibentuk oleh iris dan berfungsi untuk mengatur intensitas cahaya yang mengenai mata.
5. Iris merupakan selaput di depan lensa mata yang membentuk celah lingkaran dan berfungsi memberi warna pada mata.
6. Retina atau selaput Jala yaitu bagian yang berfungsi sebgai layar untuk menangkap bayangan nyata, terbalik, dan diperkecil oleh lensa mata.
7. Bintik kuning adalah bagian pada retina yang sangat peka terhadap cahaya.
8. Saraf optik merupakan saraf yang menghubungkan bintik kuning dengan otak sehingga sinyal sinyal bayangan dari bintik kuning sampai keotak dan otaklah yang menerjemahkan sehingga bayangan benda menjadi tegak tidak terbalik seperti yang ditangkap oleh retina.

Daya akomodasi mata
untuk mengubah kecembungan lensa mata sehingga dapat tepat jatuh pada retina terbagi atas dua keadaan yaitu, Keadaan tanpa akomodasi: sewaktu otot mata dalam keadaan istirahat dan lensa dalam keadaan pipih. hal ini terjadih saat mata melihat benda yang letaknya jauh. Keadaan mata berakomodasi maksimun: sewaktu otot mengencang dan lensa mata dalam keadaan cembung maksimal. Hal ini terjadi bila melihat benda yang dekat.

Titik jauh dan titik dekat
Titik jauh (punctum remotum) adalah titik terjauh dari mata yang masih dapat dilihat dengan mata tak berakomodasi. Titik dekat ( punctum proximum) adlah titik terdekat dari mata yang masih dapat dilihat dengan mata berakomodasi.

cacat mata
Rabun jauh (miopi) tidak dapat melihat benda benda yang jauh dengan jelas, karena lensa tidak dapat dipipihkan sehingga bayangan jatuh didepan retina, dapat dibantu dengan kaca mata cekung (-). Rabun dekat (hipermetropi) tidak dapat melihat benda benda yang dekat dengan jelas, karena lensa mata tidak dapat dicembungkan sehingga bayangan jatuh dibelakang retina. Dapat dibantu dengan kaca mata cembung (+). Mata tua (presbiopi) penglihatan tidak normal karena berkurangnya daya akomodasi karena usia lanjut sehingga penderita tidak dapat melihat benda yang dekat dan yang jauh. penderita mempunyai titik dekat  >25cm dan titik jauh <~. Dapat ditolong dengan kaca mata berlensa rangkap. Astigmatisma tidak mampu melihat garis-garis horizontal dan vertikal secara bersamaan, karena bentuk kornea mata yang tidak berbentuk bola melainkan lebih melengkung pada satu bidang. Dapat ditolong dengan menggunakan kaca mata silindris.

Nah itulah pembahasan artikelku kodong kali ini yaitu Alat Optik Mata, semoga bermanfaat untuk kita semua. assalamualaikum wr.wb
Share:
Read More

Saturday, September 26, 2015

Gerak Lurus

Dalam kehidupan sehari-hari terutama saat beraktivitas, kita tidak pernah terlepas dari gerak. Kita berangkat ke sekolah dikatakan bergerak. Menulis, berjalan, olahraga, bersepeda, dan aktivitas lainnya tidak lepas dari gerak, yang menjadi pertanyaannya yaitu kapankah sebuah benda dikatakan bergerak atau mengalami gerak? mau tahu jawabannya silahkan intip materi Gerak Lurus. Materi gerak lurus terdiri dari beberapa bagian seperti besaran-besaran yang digunakan dalam gerak, Gerak Lurus Beraturan (GLB), Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB), dan Gerak Jatuh Bebas baik gerak vertikal keatas dan kebawah. Untuk lebih jelasnya silahkan intip materi gerak lurus di bawah ini:

Suatu benda dikatakan bergerak apabila kedudukannya berubah terhadap acuan tertentu. Titik-titik berurutan yang dilalui oleh suatu benda saat bergerak disebut lintasan. Gerak benda pada lintasan lurus disebut gerak lurus
   
Jarak dan Perpindahan
Saat benda bergerak, benda tersebut berpindah dan menempuh jarak tertentu. Di sini kita perlu memahami konsep jarak dan perpindahan. Jarak adalah panjang lintasan yang sesungguhnya ditempuh benda selama bergerak. Perpindahan adalah perubahan kedudukan (atau posisi) awal dan akhir benda selama bergerak. Jarak merupakan besaran skalar, sedangkan perpindahan merupakan besaran vektor. Arah perpindahan adalah dari kedudukan awal ke kedudukan akhir saat bergerak. 

Contoh soal 1:
Sebuah mobil bergerak 60 km kearah timur, kemudian berbalik menempuh jarak 20 km ke arah barat. Tentukanlah:
(a). Jarak total yang ditempuh mobil,
(b). Perpindahan mobil dari kedudukan semula.
Penyelesaian:

Pada saat kita berbicara tentang gerak, hampir tidak mungkin menggunakan kata kelajuan atau kecepatan. Kelajuan dan kecepatan merupakan karakteristik dari suatu benda yang sedang bergerak, di mana suatu benda dinyatakan bergerak jika memiliki kelajuan dan kecepatan.

Kelajuan dan kecepatan
Kelajuan merupakan jarak yang ditempuh benda tersebut tiap satuan waktu tanpa memerhatikan ke arah mana benda tersebut bergerak, sehingga kelajuan adalah besaran skalar. Sedangkan kecepatan merupakan perpindahan benda tiap satuan waktu dengan memerhatikan arahnya, sehingga kecepatan adalah besaran vektor. Selain itu terdapat pula kelajuan rata-rata dan sesaat, serta kecepatan rata-rata dan sesaat.
Kelajuan rata-rata didefinisikan sebagai perbandingan jarak yang ditempuh terhadap waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak tersebut.

Kecepatan rata-rata didefinisikan sebagai perbandingan perpindahan yang terjadi terhadap waktu yang diperlukan untuk melakukan perpindahan tersebut.
Dalam banyak hal, informasi yang dibutuhkan adalah kecepatan benda itu pada saat tertentu di posisi tertentu, bukan selama selang waktu tertentu. Kecepatan itu disebut dengan kecepatan sesaat yang dapat diperoleh dengan mengambil selang waktu ∆t yang sangat kecil, mendekati nol. Kecepatan sesaat secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut.
Umumnya, konsep kecepatan sesaat digunakan pada kejadian yang membutuhkan waktu yang sangat pendek. Dalam kehidupan sehari-hari kecepatan sesaat disebut dengan kecepatan saja tanpa kata sesaat. Selain itu ada pula istilah kelajuan sesaat yang merupakan besar dari kecepatan sesaat. Nilainya selalu positif dan merupakan besaran skalar. Misalnya, kelajuan yang tertera pada speedometer.

Contoh soal 2:
Seseorang berjalan lurus 30 m ke barat dalam waktu 70 sekon, kemudian 20 m ke timur dalam waktu 30 sekon. Hitung kelajuan rata-rata dan kecepatan rata-rata orang tersebut selama perjalanan.
Penyelesaian:

Contoh soal 3:
Sebuah mobil bergerak sepanjang sumbu-x sesuai dengan persamaan x= 2t*3+ 5t*2 +5, dengan x dalam m dan t dalam s. Tentukan kecepatan rata-rata dalam interval waktu antara 1 s dan 3 s.
Penyelesaian:

Contoh soal 4:
Tentukan kecepatan sesaat dari sebuah benda yang bergerak yang merupakan sebuah fungsi kedudukan terhadap waktu yang dinyatakan dengan persamaan x = 2t*2 + 3t – 2, dengan x dalam meter dan t dalam sekon. Tentukan kecepatan pada saat t = 2 s, 2,1 s, 2,05 s, dan 2,02 sekon.
Penyelesaian:

Di dunia nyata, hanya sedikit benda yang bergerak dengan kecepatan konstan untuk lintasan yang sangat panjang. Suatu benda yang kecepatannya bertambah atau berkurang, atau arahnya berubah, dikatakan mengalami percepatan.
Percepatan didefinisikan sebagai laju perubahan kecepatan terhadap waktu. Jika kecepatan awal benda vo dan berubah menjadi v selama interval waktu t. Sebuah percepatan juga akan mengalami percepatan negatif jika mengalami perlambatan. Selain itu terdapat pula, Percepatan rata-rata yang didefinisikan sebagai perbandingan perubahan kecepatan dengan selang waktunya. Secara matematis ditulis sebagai berikut:
Percepatan rata-rata negatif artinya sama dengan perlambatan rata-rata.
Percepatan rata-rata tidak menggambarkan percepatan pada suatu waktu tertentu. Percepatan pada waktu tertentu disebut dengan percepatan sesaat atau dalam kehidupan sehari-hari hanya disebut percepatan. Percepatan sesaat didefinisikan sebagai limit percepatan rata-rata ketika selang waktunya mendekati nol (sangat kecil). Secara matematis ditulis sebagai berikut:
Contoh Soal 5:
Mobil bergerak dengan kecepatan awal 20 m/s. Setelah 10 sekon, kecepatannya berubah menjadi 40 m/s. Berapa percepatan yang dialami mobil tersebut? 
Penyelesaian:
Contoh soal 6:
Interpretasikan percepatan yang dialami benda yang bergerak dengan grafik kelajuan sebagai fungsi waktu seperti pada gambar di bawah.
Penyelesaian:

Contoh Soal 7: 
Sepeda motor bergerak mengikuti persamaan kecepatan sebagai fungsi waktu v = 2t*4-3t*2+2, dengan v dalam m/s dan t dalam sekon. Tentukan percepatan rata-rata dari t =3 s sampai pada t = 4 s.  
Penyelesaian:
Contoh Soal 8:
Sepeda motor bergerak mengikuti persamaan kecepatan sebagaifungsi waktu v= 3t*2 – 5t +4, dengan v dalam m/s dan t dalam sekon. Tentukan percepatan sesaat pada t = 3 s.
Penyelesaian:
  
Gerak Lurus Beraturan
Pada gerak lurus Beraturan (GLB), benda bergerak menempuh lintasan lurus dengan kecepatan dan arah gerak selalu tetap. Karena arah geraknya tetap maka kelajuan benda sama dengan kecepatannya. Selain itu perpindahan benda sama dengan jarak yang ditempuh selama bergerak. Kecepatan tetap disini mengandung arti benda menempuh jarak yang sama untuk selang waktu yang sama.
Gerak lurus beraturan dapat digambarkan menggunakan dua grafik, yaitu grafik jarak terhadap waktu (s-t) dan grafik kecepatan terhadap waktu (v-t) berikut ini:
Pada grafik s-t hubungan jarak dan waktu digambarkan oleh garis lurus. Berarti jarak berbanding lurus dengan waktu. Jarak dapat dinyatakan sebagai luas daerah di bawah grafik v-t. Secara matematis, jarak dapat ditulis sevagai berikut. s = v.t

Contoh soal 9: 
Perhatikan grafik kecepatan terhadap waktu berikut ini:

Tentukan perpindahan yang dialami benda dari t= 0 sampai t=12 s!
Penyelesaian:
Perhatikan diagram berikut ini

Bila disajikan grfaik v-t maka perpindahan ditentukan dari luas daerah di bawah grafik.

Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)
Benda dikatakan bergerak lurus berubah beraturan (GLBB) bila benda bergerak dalam lintasan lurus dengan percepatan tetap. Percepatan tetap mengandung arti untuk tiap selang waktu yang sama benda mengalami perubahan (pertambahan atau pengurangan) kecepatan yang sama.
Gerak lurus berubah beraturan dapat digambarkan berupa grafik jarak terhadap waktu (s-t) dan grafik kecepatan terhadap waktu (v-t). Kedua grafik ditunjukkan berikut ini.
Pada grafik s-t, jarak dan waktu dihubungkan secara kuadrat (bukan linier), yaitu jarak dinyatakan sebagai fungsi kuadrat dari waktu. Selain itu, jarak juga dinyatakan sebagai luas daerah di bawah grafik v-t.

Persamaan-persamaan yang menggambarkan gerak lurus berubah beraturan dituliskan sebagai berikut ini
so = jarak awal, vo = kecepatan awal, dan vt = kecepatan akhir.
Persamaan diatas berlaku untuk percepatan positif atau benda yang dipercepat. Untuk benda yang diperlambat, persamaan sama dengan persamaan diatas hanya percepatan bernilai negatif
Contoh soal 10:
Sebuah mobil bergerak dengan kelajuan awal 72 km/jam kemudian direm hingga berhenti pada jarak 8 meter dari tempat mulainya pengereman. Tentukan nilai perlambatan yang diberikan pada mobil tersebut?
Penyelesaian:
Contoh soal 11:
Pada saat kereta api bergerak dengan kelajuan 30 m/s, masinisnya melakukan pengeseran karena menerima sinyal informasi. Dalam waktu 75 s kemudian, masinis menerima sinyal kedua. Jarak tempuh kereta saat menerima sinyal pertama dan kedua adalah 1,5 km. Tentukan kelajuan kereta pada saat menerima sinyal kedua?
Gerak Jatuh Bebas
Gerak jatuh bebas merupakan gerak benda yang jatuh dari suatu ketinggian tanpa kecepatan awal di sekitar bumi. Gerak jatuh bebas sangat dipengaruhi oleh gaya gravitasi. Rumus untuk gerak jatuh bebas, apabila benda dijatuhkan di ruang hampa yaitu:
Gerak vertikal ke bawah
Gerak Vertikal ke bawah yaitu gerak suatu benda yang dilemparkan vertikal ke bawah dengan kecepatan awal dan dipengaruhi oleh percepatan. Rumus-rumus gerak vertikal ke bawah adalah sebagai berikut. 

Gerak Vertikal ke atas:
Gerak vertikal ke atas merupakan gerak suatu benda yang dilempar vertikal ke atas dengan kecepatan awal tertentu (vo) dan percepatan g saat kembali turun. Rumus gerak vertikal ke atas adalah sebagai berikut.
Ketika berada pada titik tertingg, kecepatan benda adalah nol. Persamaan yang berlaku di titik tertinggi adalah sebagai berikut
dan ketika benda mulai turun, persamaannya sama seperti gerak jatuh bebas. Rumusnya yaitu:

Contoh soal 12:
Sebuah mangga jatuh dari tangkainya yang berada pada ketinggian 10 m. Jika g = 10 m/s*2, tentukan:
a.Waktu yang diperlukan untuk mempunyai permukaan tanah,
b.kecepatan saat menyentuh permukaan tanah.
Penyelesaian:
Contoh soal 13:
Sebuah bola dilempar ke atas dengan kecepatan tertentu. Setelah 2 sekon, bola kembali ke tempat semula. Jika g = 10 m/s*2. Tentukan:
a.Kecepatan awalnya
b.Ketinggian maksimum
Penyelesaian:
Materi Gerak Lurus ini mengambil  referensi dari beberapa buku yaitu:
Nufus, Nurhayati dkk. 2009. Fisika untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Pustaka Insan Madani.
Saptahari, Bayu. 2012. Kumpulan Rumus Fisika Superlengkap SMA/MA.Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia
Supiyanti. 2006. Fisika untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta : Phibeta.

Sekian materi Gerak Lurus yang bisa saya sajikan dalam blog ini, semoga bermanfaat. Silahkan berikan saran, dan komentar pada blog ini ketika menemukan kesulitan dalam memahami materi ini. Terima Kasih atas kunjungannya :)



Share:
Read More