Sunday, February 14, 2016

Posisi Manusia dalam Pembangunan

Pembangunan merupakan proses yang dapat ditelisik dengan menggabungkan dua dimensi kehidupan. Dimensi pembangunan berjumlah dua sebab tersusun atas manusia dan alam. Pendidikan dan kesehatan merupakan sepasang isu sentral pembangunan. Pendidikan adalah representasi pembangunan manusia yang condong ke pranata internal. Di sisi lain, kesehatan beda daripada pendidikan. Kesehatan lebih mewakili pembangunan pada pranata internal sekaligus eksternal karena berisikan keterkaitan langsung antara manusia dan alam melalui pendekatan mekanisme individual hygiene dan communal sanitation yang tergabung dalam satu kesatuan interaksi pada kehidupan sehari-hari.

Referensi:
Sagir, Soeharsono dkk. 2009. Kapita Selekta Ekonomi Indonesia. Jakarta: Kencana. 
Share:
Read More

Pengertian Ekonomi

Menurut Lionel Robbins, Ekonomi adalah ilmu perilaku manusia tentang pengambilan keputusan atas pemenuhan kebutuhan hidup tertentu yang dipilih dengan pertimbangan kelangkaan sumber daya.

Konsep ekonomi dapat dipetakan sesuai sejarah perkembangan pemikiran antarwaktu:
  1. Dalam merkantilisme, ada keyakinan bahwa kemakmuran Negara ditentukan cadangan emas, ekonomi internasional berwujud ekspor impor, dan pencadangan devisa;
  2. Dalam paham Klasik seperti yang dikemukakan Adam Smith dan David Ricardo, ada kepercayaan bahwa kemakmuran Negara tercipta dari pembagian spesifikasi tenaga kerja dalalm struktur pasar persaingan
  3. Dalam paham Neoklasik sebagimana pendapat Leon Walras, kesejahteraan Negara dibentuk lewat pencapaian keseimbangan umum pasar
  4. Pada Sosialisme semisal paham Karl Marx, kemakmuran adalah fungsi dari nilai tambah produktivitas buruh
  5. Pada ekonomi Keynesian, kesejahteraan dibuat melalui campur tangan pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja lewat kebijakan fiscal dan moneter 
  6. Pada Monetarisme sebagaimana dipeloperi F. Von Hayek maupun Milton Friedman, kesejahteraan bangsa dibentuk oleh segala hal menyangkut uang
  7. Pada paham ekonomi special kontemporer seperti dirintis Peter F. Drucker dan John Naisbitt, ekonomi dibentuk lewat strategi investasi SDM selaku hal pengganti SDK (Sumber Daya Keuangan)
Ada perbedaan pokok antara ekonomi klasik dibanding neoklasik, yakni dalam hal teknologi. Teknologi merupakan cirri unik dari ekonomi neoklasik. J. Schumpeter memandang inovasi teknologi sebagai penopang utama pertumbuhan perusahaan mikroekonomi yang selanjutnya akan mendukung perekonomian nasional. Inovasi dapat terjadi dalam cakupan sumber daya, metode, organisasi, proses, dan produk. Urutan tahap-tahap inovasi ialah invention lalu innovation kemudian diffusion. Difusi teknologi ialah rupa akhir dari inovasi. Difusi teknologi ditentukan lewat relativity, compatibility, trial-ability, dan observation-ability.

Referensi:
Sagir, Soeharsono dkk. 2009. Kapita Selekta Ekonomi Indonesia. Jakarta: Kencana. 
Share:
Read More

Faktor yang berpengaruh terhadap Kemitraan Bisnis Besar dan UMKMK

Bisnis adalah kegiatan ekonomi yang paling pertama dan utama di sector rill. Pihak-pihak yang terkait dengan bisnis adalah: 1) Pemilik usaha dan pemegang saham; 2) Konsumen dan pelanggan; 3) Pemasok bahan baku; 4) Pemasar produk; 5) Kreditor BLK (Bank dan Lembaga Keuangan lain); 6) Kompetitoe; 7) Pemerintah; dan 8) Masyarakat lingkungan pabrik dan/atau perusahaan.

Daftar sejumlah factor yang berpengaruh terhadap Kemitraan Bisnis Besar dan UMKMK tersusun atas:
  1. Individual’s excellence, yaitu kemampuan istimewa masing-masing pihak yang bisa digunakan dalam pola usaha macam simbiosis mutualisme.
  2. Importance visioning, yakni keseragaman pandangan dasar terkait perencanaan usaha saat kini untuk penyiapan jalur bisnis masa depan dengan berbekalkan pengalaman waktu lampau
  3. Interdependency, yaitu kesadaran bahwa masing-masing pihak mau berunding sebab saling tergantung satu dengan yang lain
  4. Inventory & investment, yakni ketersediaan dan penyertaan modal unik masing-masing pihak untuk digabungkan dalam aktivitas bisnis bersama dengan kesepian responsibility sharing atas aplikasi system bagi hasil
  5. Intimacy, yaitu kekariban perihal pembagian wewenang, tugas pekerjaan, dan imbal hasil/ balas jasa. Kekariban diharapkan dapat berdampak ke komitmen untuk saling menutupi kelemahan dan menggabungkan kelebihan. Kekariban dapat menjadi sumber demi kekukuhan daya internal dan keterjagaan kepercayaan eksternal
  6. Interplay; yaitu sama-sama berusaha untuk mewujudkan harapan awal proses lewat tantanan operasional yang integral dan komprehensif.
Referensi:
Sagir, Soeharsono dkk. 2009. Kapita Selekta Ekonomi Indonesia. Jakarta: Kencana.  
Share:
Read More

Saturday, February 13, 2016

8 Tolak ukur sebuah Produk lolos Uji

  1. Performance: Kinerja fungsional yang bisa saja terkait dengan nilai ergonomic
  2. Features; Kegunaan, nilai tambah, positive side-effect
  3. Reliability; Keandalan dalam mencukupi kegunaan dan kepuasan
  4. Conformance: Kesesuaian disbanding rencana awal dalam menanggapi keinginan dan/ atau kebutuhan konsumen
  5. Durability; Kelanggengan dan daya tahan dalam melewati normalitas masa pakai tertentu
  6. Service-abilty; layanan purnajual disertai kesiapan persediaan suku cadang untuk perbaikan dan perawatan produk
  7. Aesthetics; Keindahan, keelokan, kemulusan, keindahan, kesenangan, streamline, subjektivitas konsumsi
  8. Perceived quality; Mutu yang dapat terasa meningkatkan harga diri, nama baik, kredibilitas, reputasi, Semisal kemampuan brand image bus Volvo yang aman, sedan Mercedes yang mewah, sepeda motor Honda yang nyaman, baju Van Heusen yang tahan lama, maupun dasi Louis Vuitton yang rapi.

Referensi:
Sagir, Soeharsono dkk. 2009. Kapita Selekta Ekonomi Indonesia. Jakarta: Kencana. 
Share:
Read More

Manusia Modal Selaku Faktor Kunci Pembangunan

Seorang pelopor Ekonomi Sumber Daya Manusia, Theodore Schultz, menyebutkan bahwa manusia modal yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan factor penentu dalam tingkat kemakmuran suatu Negara. Energi sosia berupa manusia modal lebih berperan daripada energy fisik seperti SDA. Nilai sumber daya ekonomi strategi telah mengalami pergeseran dari modal uang ke modal manusia pada zaman kompetisi global.

Dalam rangka tanggapan terhadap AFTA (ASEAN Free Trade Area) 2003 dan APEC (Asia Pasific Economy Cooperation) 2020, Indonesia harus mampu memenuhi delapan syarat unggulan daya saing. Kedelapan competitive advantage tersebut adalah:
  1. Penguatan pondasi ekonomi domestic
  2. Manajemen sector bisnis prima
  3. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sehubungan dengan mutu manusia modal
  4. Pemantapan kualitas kemandirian rakyat sehingga tidak menjadi beban pembangunan
  5. Pengadaan prasarana inti perhubungan seperti jaringan jalan, pelabuhan laut, Bandar udara, akses telekomunikasi, dan inventarisasi tenaga listrik
  6. Tata kelola birokrasi yang pas sesuai patokan 3G (Good Government Governance) dalam rangka pembersihan sarang KKN dan pembahasan High Cost Economy
  7. Penguatan daya tahan APBN
  8. Internasionalisasi produk yang lolos uji ISO, dsb.
Referensi:
Sagir, Soeharsono dkk. 2009. Kapita Selekta Ekonomi Indonesia. Jakarta: Kencana.
Share:
Read More

Friday, February 12, 2016

Seorang Pemimpin harus Memahami Diri Sendiri

Sebelum memahami, memengaruhi dan mengubah para pengikutnya, seorang pemimpin harus memahami dirinya sendiri. Ia perlu memahami kekuatan dan kelemahan dirinya sendiri dibandingkan oleh orang lain dan para pengikutnya, ia harus belajar dan mengembangkan dirinya. Sebelum memimpin para pengikutnya, pemimpin harus mampu memimpin dirinya sendiri. Pemimpin memiliki keterampilan untuk mendengarkan (listening) apa yang dikemukakan oleh orang lain. Pemimpin perlu memerhatikan apa yang dikemukakan oleh orang lain dan berupaya menangkap dan memahaminya. Ini merupakan bagian dari kompetensi komunikasi. Ketidakmampuan atau kesalahan memahami yang dikemukakan orang lain, akan berakibat kesalahan atau ketidaktepatan dalam meresponsnya. Misalnya, salah satu penyebab lengsernya Suharto, karena ia tidak mampu memahami tuntutan rakyat yang ingin berubah. Ia merasa 30 tahun lebih berpengalaman memimpin rakyat Indonesia dan diangkat sebagai Bapak Pembangunan dan Jenderal Besar. Ia merasa tahu persis kehendak rakyat dan mengetahui apa yang harus dilakukannya untuk memenuhinya. Padahal kehendak rakyat menginginkan dia melakukan perubahan dan reformasi politik, ekonomi, dan social.

Referensi:
Wirawan. 2014. Kepemimpinan: Teori, Psikologi, Perilaku Organisasi, Aplikasi dan Penelitian. Jakarta: Rajawali Pers
Share:
Read More

Kecerdasan Intelektual

Pemimpin adalah tokoh atau elit anggota system social yang dikenal oleh dan berupaya memengaruhi para pengikutnya secara langsung atau tidak langsung. Seorang pemimpin merupakan seorang intelektual, orang yang cerdas, berakal, cendekiawan, dan mudah memahami sesuatu. Dengan kata lain ia mempunyai kecerdasan intelektual tinggi atau inteligensia (intelligence) dan seorang intelegensia—seorang cerdik pandai atau cendekiawan. David Wechsler seperti dikutip oleh Robert S. Fieldman (1993) mendefinisikan inteligensia sebagai kapasitas untuk memahami dunia, berpikir rasional dan memakai sumber-sumber secara efektif jika menghadapi tantangan. Pemimpin selalu menghadapi tantangan dalam melakukan perubahan untuk mencapai visinya. Untuk itu, diperlukan kapasitas untuk memahami visinya dan memahami lingkungan internal dan lingkungan eksternal system social.
 
Richard L. Hughes, Robert C. Ginnett ddan Gordon J. Curpy (1996) dengan mengutip sejumlah pendapat para pakar mendefinisikan Inteligensi sebagai efektivitas menyeluruh dalam aktivitas yang diarahkan oleh berpikir. Inteligensi merupakan kemampuan umum dan menyeluruh. Walaupun sejumlah tes inteligensi telah dikembangkan untuk mengukur dan menilai berbagai kemampuan mental, skor dalam tes cenderung untuk berkorelasi tinggi, meliputi suatu factor-faktor inteligensi umum yang meliputi aktivitas mental khusus. Inteligensi dapat dibentuk dan dikembangkan melalui pendidikan dan pengalaman. Pakar inteligensia telah mengembangkan teknik untuk mengukur inteligensia seperti yang dilakukan oleh Alfred Binet mengembangkan tes inteligensia modern pada akhir abad ke-19.

Referensi:
Wirawan. 2014. Kepemimpinan: Teori, Psikologi, Perilaku Organisasi, Aplikasi dan Penelitian. Jakarta: Rajawali Pers
Share:
Read More